Jakarta, September 2026 — Hubungan Indonesia dan Makau memasuki momentum baru. Melalui rangkaian kunjungan resmi dan agenda promosi ekonomi, perdagangan, serta pariwisata di Jakarta, Makau dan Indonesia membuka ruang kerja sama yang semakin luas, tidak hanya di sektor perdagangan dan pariwisata, tetapi juga investasi, teknologi, kesehatan, farmasi, halal, Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), dan berbagai sektor strategis lainnya. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari misi Pemerintah Daerah Administratif Khusus Makau (Macao Special Administrative Region/MSAR) ke sejumlah negara Asia Tenggara. Indonesia menjadi salah satu tujuan strategis dalam agenda tersebut, seiring perannya sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan mitra penting bagi Makau dalam memperluas jejaring kerja sama di kawasan.
Delegasi Makau dipimpin oleh Chief Executive Macao SAR, Sam Hou Fai, bersama jajaran pemerintah dan perwakilan pelaku usaha dari Makau, Hengqin, dan wilayah Tiongkok daratan. Selama berada di Jakarta, delegasi melakukan serangkaian pertemuan dengan pemerintah Indonesia, pelaku industri, dan berbagai institusi strategis untuk membahas peluang penguatan hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Lebih dari 120 Business Matching, 36 Kerja Sama Ditandatangani Dalam pelaksanaan sejumlah agenda dan kunjungan di Indonesia, PT HOP Dharma Indonesia berperan penting dalam mendukung rangkaian koordinasi dan fasilitasi kunjungan serta pertemuan bisnis selama agenda delegasi berlangsung di Indonesia. Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah Macao Economic, Trade and Tourism Investment Promotion Seminar (Indonesia) yang diselenggarakan di Jakarta pada 1 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan lebih dari 400 perwakilan dari unsur pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan sektor pariwisata dari Makau, Hengqin, wilayah Tiongkok daratan, dan Indonesia.
Dalam forum tersebut, PT HOP Dharma Indonesia mengorkestrasi lebih dari 120 sesi business matching berlangsung dan menghasilkan penandatanganan 36 kerja sama antara perusahaan dan institusi dari Makau, Hengqin, Tiongkok daratan, dan Indonesia. Bidang kerja sama yang dibuka mencakup pariwisata, MICE, teknologi tinggi, traditional Chinese medicine dan Big Health, serta pengembangan lingkungan dan layanan yang lebih ramah bagi pasar Muslim.
Angka tersebut menunjukkan bahwa agenda di Jakarta tidak berhenti pada promosi atau pertemuan seremonial. Pertemuan bisnis mulai diarahkan untuk membuka jalur kolaborasi yang lebih konkret dan mempertemukan kebutuhan pasar, teknologi, investasi, serta kapasitas industri dari kedua pihak.
Membaca Potensi Indonesia Secara Langsung Rangkaian agenda di Indonesia juga dilengkapi dengan kunjungan langsung ke sejumlah institusi pemerintah dan perusahaan strategis. Delegasi berkesempatan untuk melihat lebih dekat perkembangan berbagai sektor di Indonesia sekaligus memahami peluang yang dapat dikembangkan melalui kerja sama internasional. Dalam rangka menjajaki potensi pengembangan ekosistem biobank di sektor kesehatan, delegasi berkesempatan mengunjungi Biomedical Genome Science Initiative (BGSi), yaitu program nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk riset genomik dan precision medicine. Kehadiran para delegasi bertujuan untuk membuka peluang kerjasama dalam penelitian dan pengembangan, bioteknologi serta potensi kolaborasi di sektor kesehatan. Selain itu, kunjungan berikutnya dilakukan ke Mandaya Royal Hospital Puri untuk melihat standar pelayanan kesehatan rumah sakit swasta di Indonesia.
Para delegasi juga melihat besarnya potensi ekspansi produk Makau, Hengqin, dan Tiongkok daratan ke pasar Indonesia, sehingga PT HOP Dharma Indonesia mendorong untuk menyambangi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kunjungan tersebut ditujukan untuk mengeksplorasi pengembangan industri dan produk halal, termasuk diantaranya pendalaman persyaratan administratif hingga sertifikasi dan jaminan halal.
Delegasi juga mengunjungi sejumlah pelaku industri di sektor teknologi, konektivitas, farmasi, manufaktur, dan food and beverage. Di antaranya, kunjungan ke PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT Kimia Farma Tbk., serta fasilitas manufaktur Kapal Api Group di Karawang. Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai kapasitas industri Indonesia sekaligus membuka pembicaraan mengenai kemungkinan kolaborasi, investasi, dan pengembangan pasar.
Membangun Jembatan Baru antara Makau dan Indonesia Kunjungan delegasi Makau ke Indonesia menunjukkan bahwa hubungan bilateral kedua wilayah tengah bergerak ke arah yang lebih luas dan beragam. Indonesia melihat peluang untuk memperkenalkan kapasitas industri, dan pasar kepada mitra dari Makau dan Tiongkok. Di sisi lain, Makau menawarkan konektivitas, jaringan bisnis, potensi investasi, serta peluang kolaborasi yang dapat menghubungkan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas. Lebih dari sekadar rangkaian pertemuan, kunjungan ini menjadi pengingat bahwa kerja sama internasional membutuhkan jembatan yang mampu menghubungkan peluang dengan kebutuhan nyata di lapangan. Secara berkelanjutan, PT HOP Dharma Indonesia menjadi mitra Pemerintah dan perusahaan Makau secara berkelanjutan untuk menjaring potensi kolaborasi antara Indonesia dan Makau.